PEDIANUSANTARA.com - Tidak semua kata dalam bahasa Arab bisa di tashrif (diturunkan). Sebagaimana lafadz نِعْمَ dan بِئْسَ dari kelompok fi'il jamid, juga setiap isim isyarah, isim dhomir, isim istifham, nama 'ajam, dan isim-isim yang mabni serta semua kalimat huruf.
Hal ini sebagaimana yang tertera dalam nadhom Alfiyah yang berbunyi:
Artinya: "Kalimat huruf dan syibehnya (kalimat yang menyamainya) itu terbebas dari tashrif # Dan kalaimat selain keduanya (isim mabni dan fi'il jamid) itu pantas untuk di tashrif."
4 Kategori Kata yang Tidak Dapat Di-tashrif
Menurut Ibnu 'Ushfur ada empat macam kategori lafad yang tidak dapat di tashrif, yaitu:
1). Kalimat huruf
Seperti huruf jar (مِنْ، إِلَىْ، عَنْ ....الخ), huruf istiqbal (سين، سوف), huruf tamanni, tarojjy (لَوْ، لَيْتَ، لَعَلَّ), dan lain sebagainya.
2). Lafad yang serupa dengan huruf
Seperti isim ghoiru mutamakkin yang dimabnikan, isim fi'il (صَهْ، هَيْهَاتَ، هَيْتَ، شَتَّانَ) dan fi'il jamid (نِعْمَ، بِئْسَ، عَسَى، لَيْسَ).
3). Isim shaut (suara tiruan)
Seperti lafadz عَاقْ ('Aq: suara burung gagak), قَبْ (suara tebasan pedang), dan sejenisnya. Ini semua hanya tiruan suara yang tidak memiliki akar dan tidak memiliki asal.
4). Serapan dari kata 'Ajam (selain arab)
Seperti nama orang (اِسْمَاعِيْلَ، بَشَّار، يَعْقُوْبَ) dan lain sebagainya.
Jadi, lafad-lafad yang bisa di tashrif terbatas pada isim mutamakkin dan fi'il mutashorrif saja.
