Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab

Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab. (Gambar: pedianusantara.com)

PEDIANUSANTARA.com - Dikutip dari kitab al-Mu'jam al-Mufasshal fi al-I'rab (المعجم المفصل في الإعراب) karya Thahir Yusuf al-Khatib bahwa huruf ay (أي) dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Huruf Nida’ (حرف نداء)
2. Huruf Tafsir (حرف تفسير)

Huruf Nida' (Panggilan)

Huruf nida' adalah huruf yang berfungsi untuk memanggil seseorang, baik dekat (قريب), sedang (متوسط) ataupun jauh (بعيد). Sebagian orang Arab menganggap bahwa huruf أي ini hanya digunakan untuk memanggil orang yang dekat saja. Contohnya:
أَيْ خَالِدٌ تَقَدَّمْ
(Wahai khalid, maju)

I'rabnya:
  • أَيْ: huruf nida' (alat untuk memanggi), mabni sukun dan tidak memiliki mahal dalam i'rab.
  • خَالِدٌ: munada' (sesuatu yang dipanggil), mabni dhommah, mahal nashob karena menjadi maful bih dari fi'il nida' yang dibuang.
  • تَقَدَّمْ: fi'il amar, mabni sukun, fa'ilnya berupa dhomir mustatir wujub, taqdirnya أَنْتَ.

Huruf Tafsir (Menjelaskan)

Huruf tafsir atau tafsiriyyah adalah huruf yang befungsi untuk menjelaskan lafadz sebelumnya baik berupa mufrad atau jumlah. Dan lafadz setelahnya أي تفسير bisa di tarkib menjadi badal atau athof bayan.

Contoh yang berupa mufrad:
إِشْتَرَيْتُ عَسْجَدًا أَيْ ذَهَبًا
(Saya membeli asjad maksudnya emas)

I'rabnya:
  • أَيْ: huruf tafsir (alat untuk menjelaskan), mabni sukun dan tidak memiliki mahal dalam i'rab.
  • ذَهَبًا: sebagai badal dari lafadz عسجدا atau athof bayan, dibaca nashob dengan fathah.
Contoh yang berupa jumlah:
وَتَرْمِينَنِي بِالطَّرْفِ، أَيْ أَنْتَ مُذْنِبٌ # وَتَقْلِينَنِي لَكِنْ إِيَّاكِ لَا أَقْلِي
(Engkau melempariku dengan lirikan mata yakni kamu bersalah/berdosa # dan engkau membenciku tapi aku sama sekali tidak membencimu)

Keterangan:
Jika lafadz أَيْ terletak setelah lafadz تَقُوْلُ dan sebelumnya berupa fi’il yang bersambung dengan dhamir, maka dhamir setelah أَيْ sama seperti dhamir hikayah, yaitu ta’-nya dibaca dhammah. Contoh:
تَقُوْلُ إِسْتَكْتَمْتُهُ الحَدِيْثَ أَيْ سَأَلْتُهُ كِتْمَانُهُ
(Engkau berkata: Aku meminta dia merahasiakan cerita itu, yaitu aku memintanya untuk menyembunyikannya)

Namun, jika lafadz أَيْ diganti menjadi إِذَا, maka ta’ dhamir dibaca fathah. Hal ini karena إِذَا berfungsi sebagai zharaf bagi lafadz تَقُوْلُ. Maka bacaannya menjadi:
تَقُوْلُ إِسْتَكْتَمْتُهُ الحَدِيْثَ إِذَا سَأَلْتَهُ كِتْمَانُهُ

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
  • Pembagian Huruf Ay (أَيْ) dan Contohnya dalam Bahasa Arab
Posting Komentar