Scroll untuk melanjutkan membaca

Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh

Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh.

PEDIANUSANTARA.com – Bulan Shafar sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagian orang bahkan menganggap bulan ini sebagai waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam.

Sebaliknya, sejumlah ulama justru menjelaskan bahwa menikah pada bulan Shafar termasuk perkara yang disunnahkan. Keterangan tersebut didasarkan pada riwayat perjalanan hidup Rasulullah SAW. dan keluarganya, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab fikih klasik.

Selain membahas waktu yang dianjurkan untuk menikah, para ulama juga menerangkan adab-adab ketika akad nikah, doa saat pertama kali bertemu pasangan, doa sebelum berhubungan suami istri, hingga doa yang dianjurkan bagi seseorang yang sedang memohon kemudahan mendapatkan jodoh.

Lantas, bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut uraiannya.

Benarkah Menikah di Bulan Shafar Termasuk Sunnah

Dalam kitab Nihayatuz Zain halaman 300 dijelaskan bahwa menikah pada bulan Syawal maupun bulan Shafar termasuk amalan yang disunnahkan. Hal ini karena Rasulullah SAW. menikahi Sayyidah Aisyah RA pada bulan Syawal, sedangkan beliau menikahkan putrinya, Sayyidah Fatimah RA, dengan Sayyidina Ali RA pada bulan Shafar.

Keterangan tersebut berbunyi:

وَيُسَنُّ أَنْ يَتَزَوَّجَ فِي شَوَّالٍ وَفِي صَفَرٍ، لِأَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا فِي شَوَّالٍ، وَزَوَّجَ ابْنَتَهُ فَاطِمَةَ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فِي شَهْرِ صَفَرٍ

"Disunnahkan menikah pada bulan Syawal dan bulan Shafar karena Rasulullah SAW. menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal, serta menikahkan putrinya Fatimah RA dengan Ali RA pada bulan Shafar".

Dengan demikian, anggapan bahwa bulan Shafar merupakan bulan sial untuk menikah tidak sejalan dengan penjelasan para ulama dalam kitab fikih tersebut.

Adab Akad Nikah yang Dianjurkan

Selain memilih waktu yang baik, Islam juga menganjurkan beberapa adab ketika melaksanakan akad nikah, di antaranya:

  • Akad nikah dilaksanakan di masjid.
  • Dihadiri oleh sejumlah kaum muslimin.
  • Dilaksanakan pada hari Jumat.
  • Waktu yang dianjurkan adalah pada awal siang atau waktu dhuha.

Anjuran ini bertujuan agar akad nikah menjadi lebih berkah sekaligus menjadi syiar bagi masyarakat.

Doa Saat Pertama Bertemu Istri

Setelah akad nikah dan ketika pertama kali bertemu dengan istrinya, suami dianjurkan memegang ubun-ubun istrinya seraya membaca doa:

بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ مِنَّا فِي صَاحِبِهِ
"Semoga Allah memberikan keberkahan kepada masing-masing dari kami atas pasangannya."

Dalam riwayat lain juga disebutkan doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dirinya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan padanya."

Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri

Sebelum melakukan hubungan suami istri, keduanya dianjurkan membaca doa berikut, meskipun sudah tidak mengharapkan keturunan.

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
"Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkan pula setan dari rezeki yang Engkau karuniakan kepada kami."

Doa ini merupakan salah satu adab yang diajarkan Rasulullah SAW. agar kehidupan rumah tangga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Doa Nabi Musa untuk Memohon Kemudahan Jodoh

Bagi seseorang yang masih belum dipertemukan dengan pasangan hidup, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Musa AS.

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa doa ini baik diamalkan setelah shalat sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar dipermudah memperoleh jodoh yang saleh atau salehah. Perlu dipahami bahwa kemudahan tersebut sepenuhnya merupakan karunia Allah, sehingga seorang muslim tetap dianjurkan untuk terus berikhtiar, memperbaiki diri, dan bertawakal kepada-Nya.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
  • Benarkah Disunnahkan Menikah di Bulan Shafar? Ini Penjelasan Kitab Nihayatuz Zain Beserta Doa Memohon Jodoh
Posting Komentar