Scroll untuk melanjutkan membaca

Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis

Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis

PEDIANUSANTARA.com - Majelis merupakan sebuah tempat kita berkumpul duduk bareng untuk mengaji ilmu agama dan berdzikir kepada Allah SWT.

Secara eksplisit majelis bisa dispesifikasikan menjadi beberapa nama yaitu Majelis Taklim (khusus pengajian), Majelis Dzikir (khusus dzikir), Majelis Taklim Wa Sholawat (pengajian dan sholawatan), Majelis Dzikir Wa Sholawat (berdzikir dan bersolawat), Majelis Bahtsul Masail (khusus membahas problematika umat), Majelis Ulama (kumpulan cendikiawan), dan lain sebagainya.

Majelis Sholawat Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda

Nah, untuk zaman 5 tahun terakhir yang sedang menjadi trending topic dikalangan anak muda adalah Majelis Taklim Wa Sholawat. Selain Majelis ini memberikan tambahan ilmu juga hadirin bisa sholawatan bareng dengan iringan irama musik rebana yang unik, energik dan full power.

Majelis Sholawat merupakan alternatif hiburan "halal" yang bernilai rohaniah karena kedatangan jamaah ke sana bukan hanya untuk berhura-hura, tetapi sekaligus untuk mengisi dan menyetrum ulang kepekaan rohani atau rasa keagamaan.

Mereka yang datang ke sana bisa mendapat kegembiraan dan ketenangan hati, bukan sekadar menyanyi dan berjingkrak-jingkak tak karuan seperti yang sering terlihat dalam pertunjukan musik atau orkes-orkes biasa.

Anak anak muda seakan mendapat angin segar dan mendapat suntikan anyar. Mereka terhipnotis oleh euforia majelis sholawat ini cerminan dakwah yang santun, tidak monoton dan mengena. Mereka terpikat oleh semarak majelis sholawat yang menghadirkan wajah dakwah secara santun, menarik, tidak membosankan, serta mampu menyentuh hati para jamaah.

Maka tidak heran banyak anak muda yang dulunya pemabuk, preman, pengangguran, anak konser, sekarang berubah menjadi "Arek majelis" yang kemana-mana hadir majelis, berbaju bersih, berpeci putih, bersorban dan lisan mereka dipenuhi kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mencintai aku maka dia akan bersamaku di surga."

Ulama mengatakan: "Segala amal ibadah yang menjadi contoh teladan bagi kita adalah Nabi Muhammad SAW, namun ada satu hal yang bukan Muhammad yang mencontohkan akan tetapi justru Allah SWT dan para malaikatnya yang mencontohkannya yaitu sholawat kepada Nabi."

Oleh karenanya Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat atas Nabi, wahai orang yang beriman bersholawatlah dan ucapkan salam kalian atas Muhammad SAW."

Tentu saja Masyarakat sangat senang dengan adanya majelis sholawat serta mengapresiasi setinggi tingginya sebab dampaknya sangat positif sekali.

Banyak masyarakat sadar akan pentingnya persatuan umat Islam, perdamaian dan keamanan sosial, banyak juga yang sadar bahwa agama Islam dibangun oleh ilmu dan amal shaleh diantaranya dengan menghadiri majelis ilmu dan sholawat.

Selain itu mereka memandang datang ke majelis lebih simple untuk ngaji dari pada harus datang ke pesantren. Sebagian anak muda yang masih suka hura-hura untuk masuk ke pesantren merasa agak malu, padahal pesantren selalu terbuka bagi siapa saja.

Segenap pimpinan majelisnya pun sangat akrab satu sama lain dan saling bahu membahu dalam perjuangan dakwah ini. Mereka juga membentuk laskar dan pasukan pecinta sholawat yang menebar virus-virus cinta Rasul SAW kepada setiap orang.

Cara dakwah yang sangat simple dan menyenangkan ini mampu membuat masyarakat khususnya anak muda ketagihan.

Slogan slogannya pun menarik misalnya:

  • "Sholawatan sampek mati!"
  • "Istiqomah tanpa batas"
  • "Anak gaul anak majelis"
  • Dan lain sebagainya.

Tour Religi dan Dakwah Sholawat Antar Kota

Tidak hanya jago dikandang akan tetapi juga aktif berdakwah melalui sholawat dengan melakukan tour religi antar kota.

Dan tanggapan masyarkat di kota lain sangat apresiatif sekali selain karena lantunan sholawat yang merdu dan irama musik yang asyik juga dikarenakan pengasuh majelisnya yang tampan dan sejuk dipandang mata.

Yang menarik disini para pengasuh majelis maulid ini masih sangat muda-muda usianya tidak ada yang melebihi 40 tahun dan masyarakat yang sudah menjadi fans setia beliau-beliau sudah mencapai angka puluhan ribu orang.

Dan 90% dari beliau pengasuh majelisnya merupakan alumni pesantren salaf di Indonesia kemudian melanjutkan ke pesantren yang ada di Yaman.

Kini banyak kota disulap oleh beliau-beliau menjadi "Kota Sholawat", kota yang mencintai Rasulullah SAW dan menjadi teladan akan tertibnya masyarakat saat melakukan aktivitas majelis mulai dari konvoi, tour antar kota dan kebersihan lokasi pasca bubarnya majelis.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
  • Demam Majelis Sholawat di Kalangan Anak Muda, Dari Anak Gaul Menjadi Arek Majelis
Posting Komentar