Scroll untuk melanjutkan membaca

Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi

Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi.

PEDIANUSANTARA.com - Dinamika perubahan zaman membuat banyak orang melangsungkan kehidupan sosial lebih luas dan melupakan urgensi kehidupan rumah yang menjadi tempat kembali disaat lelah dan istirahat.

Terutama disaat banyak orang berusaha menerapkan doktrinisasi "kesetaraan gender" sebagai senjata untuk meninggalkan kodrat seorang wanita. Maka tidak heran bahwa banyak wanita sibuk diluar melalaikan bahkan melupakan pekerjaan rumah, kemesraan bersama suami dan kasih sayang pada putra-putrinya.

Melihat fenomena ini saya mencoba mencari pendapat para ulama salaf dalam konteks ini. Dan saya pun menemukan sebuah kitab membahas banyak hal tentang fenomena wanita di akhir zaman. Yaitu kitab "Mandzumah Nisawiyah" karya pakar fiqh tahawwulat Al-Habib Abu Bakr Al Adni.

Dan saya akan mencoba menjelaskan secara ringkas tentang bab kedudukan wanita dalam pekerjaan rumah tangga.

Berkata Al-Habib Abu Bakr Al Adni:
خخدمة المنزل للفتات # من اوجب الأمور في العادات
"Khidmah (membantu pekerjaan rumah) bagi para wanita (istri) adalah suatu kewajiban secara adat".

مهما تكن مشغولة بالعلم #  أو وجدت عنها بديلا حتمي
"Meskipun sibuk mencari ilmu dan ditemukan pengganti pekerjaannya. Maka ia tetap wajib membantu".

فخدمة المرأة في البيت شرف # وموقف يعصمها من التلف
"Khidmah bagi seorang perempuan adalah suatu kemuliaan, dan merupakan kedudukan yang melindunginya dari kerusakan". 

وقد اتى في النص أن فاطمة # بنت الرسول دائما ملازمة
كنسبا وطبخا ثم تحنا بالرحى # في بيتها وكفها قدجرجا
وقال طه: فلزمي الذكر الشريف # خير لها من خادم او من وصيف

Dan dikatakan dalam keterangan bahwa Fatimah putri Rasulullah selalu membantu pekerjaan rumah yaitu menyapu, memasak, menumbuk gandum dengan tumbuh di rumah beliau hingga tangannya (Fatimah) terluka, dan juga terdapat bekas di sekitar ketiaknya sebab membawa timba air.

Lantas Fatimah pernah memohon pada ayahnya untuk mendatangkan pembantu, kemudian Rasulullah SAW mengatakan agar Fatimah membaca dzikir setiap akan tidur, Tahmid 33x, Tasbih 33x, Takbir 33x "Itu lebih baik bagimu Fatimah dari seorang pembantu".

وهذه سنة طه المصطفى # في أهله ومن يرد عين اقتفا 
"
Inilah tuntunan Rasulullah pada keluarganya silahkan bagi yang ingin menirunya".

وقد أصيبت بعضها بالكسل # عن خدمة البيت واحسان العمل
واستأجرت لبيتها خدامة # حتى غدت في بيتها كالشامة
تغرش فوعي البيت والبنات # عاداتها وما اعتراها من تراث

"Sebagian wanita sekarang terjangkit rasa malas untuk membantu pekerjaan rumah dan melakukan pekerjaan yang baik. Ia pun menyewa pembantu yang dipasrahi segala urusan rumah dan menjadi babysister bagi putra putrinya. Dan akhirnya rumahnya menjadi nuansa berbeda dan anak-anaknya akan terdoktrin sesuai tabiat pembantu tersebut".

وافصل الأحوال في النساء # قيامها بالاب والابناء
تدرب البنات والأولادا # على الذي يزيدهم رشادا
ومن يرد خديمة تعينها # تختارها من بعد خبر دينها

"Dan sebaik-baik wanita ialah yang perhatian dengan urusan suami dan anak-anaknya, mendidik putra putrinya dengan sesuatu yang membantu kecerdasannya. Dan barangsiapa yang menginginkan seorang pembantu maka ia harus memilih yang bagus agama dan budi pekertinya sehingga tidak akan menjadi penyesalan baginya dikemudian hari.

Penulis: Ust. Moh. Nashirul Haq, L.C
Editor: M. Yasin
Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
  • Pekerjaan Rumah Bagi Wanita Antara Gengsi dan Urgensi
Posting Komentar