 |
| Pembagian Tashrif dalam Ilmu Sharaf: Tashrif Istilahi dan Lughawi |
PEDIANUSANTARA.com - Bagi santri yang baru belajar
ilmu Sharaf, istilah
tashrif tentu sudah tidak asing lagi. Bahkan, kegiatan menghafal tashrifan sering menjadi bagian penting dalam proses memahami perubahan kata bahasa Arab.
Namun, pernahkah kita bertanya apakah semua perubahan kata dalam tashrif memiliki tujuan yang sama?
Ternyata tidak. Dalam pembelajaran ilmu Sharaf, pembagian tashrif secara umum dapat dipahami melalui dua bentuk, yaitu tashrif istilahi dan tashrif lughawi. Keduanya sama-sama membahas perubahan bentuk kata, tetapi memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.
Lantas, apa perbedaan keduanya? Berikut penjelasannya.
1. Tashrif Istilah
Tashrif istilahi adalah perubahan satu bentuk kata ke bentuk kata lainnya karna untuk menghendaki makna yang dituju.
Beberapa bentuk yang termasuk dalam tashrif istilahi antara lain:
- Fi'il madhi
- Fi'il mudhari'
- Mashdar
- Fi'il amr
- Fi'il nahyi
- Isim fa'il
- Isim maf'ul
- Isim zaman
- Isim makan
- Isim alat
Contoh Tashrif Istilahi
Perhatikan contoh perubahan kata berikut:
نَصَرَ يَنْصُرُ نَصْرًا وَمَنْصَرًا فَهُوَ نَاصِرٌ وَذَاكَ مَنْصُورٌ اُنْصُرْ لَا تَنْصُرْ مَنْصَرٌ مَنْصَرٌ
Dari satu kata dasar, muncul berbagai bentuk kata yang menunjukkan makna berbeda. Ada bentuk yang menunjukkan pekerjaan masa lampau (نَصَرَ), pekerjaan yang sedang atau akan berlangsung (يَنْصُرُ), perintah (اُنْصُرْ), larangan (لَا تَنْصُرْ), pelaku pekerjaan (نَاصِرٌ), hingga objek yang dikenai pekerjaan (مَنْصُورٌ).
Jadi, inilah inti dari tashrif istilahi, yaitu mengubah bentuk kata untuk memperoleh makna yang dituju.
Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan dalam kitab Al-Mathlub bi Syarh al-Maqshud fi al-Tashrif halaman 8:
وَمِنَ الْأَمْثِلَةِ الْمُخْتَلِفَةِ الْأَمْثِلَةُ الْمُتَنَوِّعَةُ نَحْوَ نَصَرَ يَنْصُرُ نَصْرًا وَمَنْصَرًا لَا تَنْصُرْ نَاصِرٌ مَنْصُورٌ وَغَيْرُهَا وَمِنَ الْمَعَانِي الْمَقْصُودَةِ الْمَاضِي وَالْمُضَارِعُ وَالْأَمْرُ وَالنَّهْيُ وَغَيْرُهَا
Artinya: “Di antara bentuk-bentuk yang berbeda terdapat contoh yang beraneka ragam, seperti nashara, yanshuru, nashran, mansharan, la tanshur, nashirun, manshurun, dan bentuk lainnya. Adapun di antara makna yang dikehendaki adalah madhi, mudhari', amr, nahyi, dan selainnya.”
2. Tashrif Lughawi
Berbeda dengan tashrif istilahi, tashrif lughawi lebih menitikberatkan perubahan kata berdasarkan fa'il atau pelaku pekerjaan.
Artinya, bentuk kata kerja dapat berubah mengikuti siapa yang melakukan pekerjaan tersebut.
Perubahan ini memperhatikan beberapa aspek, seperti:
- Mufrad (tunggal)
- Tatsniyah (dua)
- Jamak (banyak)
- Mudzakkar (laki-laki)
- Muannats (perempuan)
- Ghaib (orang ketiga)
- Mukhatab atau orang kedua
- Mutakallim atau orang pertama
Contoh Tashrif Lughawi
Perhatikan perubahan fi'il berikut:
ضَرَبَ ضَرَبَا ضَرَبُوا ضَرَبَتْ ضَرَبَتَا ضَرَبْنَ ضَرَبْتَ ضَرَبْتُمَا ضَرَبْتُمْ ضَرَبْتِ ضَرَبْتُمَا ضَرَبْتُنَّ ضَرَبْتُ ضَرَبْنَا
Semua bentuk tersebut berasal dari kata dasar yang sama, yaitu ضَرَبَ. Namun, bentuk akhirnya mengalami perubahan karena pelaku atau dhamir yang digunakan berbeda. Bentuk kata untuk “dia laki-laki” tentu berbeda dengan “mereka laki-laki”, “kamu perempuan”, atau “kami”.
Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Jilid 1 halaman 226, dijelaskan:
تَصْرِيفُ الْفِعْلِ تَحْوِيلُهُ بِحَسَبِ فَاعِلِهِ. فَيُحَوَّلُ مِنْ ضَمِيرِ الْمُفْرَدِ إِلَى ضَمِيرِ الْمُثَنَّى أَوِ الْجَمْعِ، وَمِنْ ضَمِيرِ الْمُذَكَّرِ إِلَى ضَمِيرِ الْمُؤَنَّثِ، وَمِنْ ضَمِيرِ الْغَائِبِ إِلَى ضَمِيرِ الْمُخَاطَبِ أَوِ الْمُتَكَلِّمِ
Artinya: “Tashrif fi'il/Tashrif Lughowi adalah mengubah bentuk kata kerja sesuai dengan pelakunya. Kata tersebut diubah dari dhamir mufrad menjadi dhamir mutsanna atau jamak, dari dhamir mudzakkar menjadi dhamir muannats, dan dari dhamir ghaib menjadi dhamir mukhatab atau mutakallim.”
Jadi, titik utama dalam tashrif lughawi adalah perubahan kata berdasarkan fa'il atau pelaku pekerjaan.
Perbedaan Tashrif Istilahi dan Tashrif Lughawi
Agar lebih mudah dipahami, perbedaan keduanya dapat diringkas sebagai berikut:
- Tashrif istilahi mengubah bentuk kata untuk menghasilkan makna kata yang berbeda-beda.
- Tashrif lughawi mengubah bentuk kata dengan menyesuaikan fa'il atau pelakunya.
- Tashrif istilahi mencakup madhi, mudhari', mashdar, amr, nahyi, isim fa'il, isim maf'ul dan seterusnya
- Tashrif lughawi memperhatikan mufrad, tatsniyah, jamak, mudzakkar, muannats, ghaib, mukhatab, dan mutakallim.
Referensi
- Al-Mathlub bi Syarh al-Maqshud fi al-Tashrif, hlm. 8.
- Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Jilid 1, hlm. 226.