PEDIANUSANTARA.com - Dalam gramatika bahasa Arab, fi'il merupakan kata yang menunjukkan suatu pekerjaan yang berkaitan dengan waktu. Berdasarkan pembagian waktunya, fi'il terdiri dari fi'il madhi, fi'il mudhari', dan fi'il amr. Di antara ketiganya, fi'il madhi didahulukan dari fi'il-fi'il yang lain karena fi'il madhi itu sepi dari tambahan. (Lihat: kitab al-Falah hal 24).
Pada artikel ini kami akan mengulas tentang pengertian fi'il madhi, tanda-tandanya, hukum hukumnya, serta alasan para ulama menetapkan hukum-hukum tersebut. Selain itu, juga disertai contoh dan keterangan dari kitab-kitab klasik.
Pengertian Fi'il Madhi
Fi'il madhi (الفعل الماضي) adalah kalimat yang menunjukkan arti pekerjaan yang berzaman madhi (sudah dilakukan). Contohnya:
نَصَرَ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid telah menolong 'Amr)
نَصَرَ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid telah menolong 'Amr)
قَرَأَ زَيْدٌ اَلْقُرْأَنَ (Zaid telah membaca al-Qur'an)
Hal ini sebagaimana keterangan dalam kitab Syarah Mukhtashar Jiddan 'ala Matn Al-Ajurrumiyyah halaman 9.
وَهُوَ مَا دَلَّ عَلَى حَدَثٍ مَضَى وَانْقَضَى. (شَرْحُ مُخْتَصَرٍ جِدًّا عَلَى مَتْنِ الآجُرُّوْمِيَّةِ ص 9)
"Fi'il madhi adalah kata yang menunjukkan atas kejadian yang telah berlalu dan selesai".Tanda Tanda Fi'il Madhi
Fi'il madhi memiliki 4 tanda, yaitu:
- Ta' faa'il:
- Lilmutakallim, contoh فَعَلْتُ
- Lilmukhathab, contoh فَعَلْتَ
- Lilmukhathabah, contoh فَعَلْتِ - Taa' ta'nits sakinah, contoh قَامَتْ فَاطِمَةُ
- Qad tahqiq, contoh قَدْ ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا
- Qad taqrib, contoh قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
Hukum-Hukum Fi'il Madhi
Fi'il madhi hukumnya mabni karena mengikuti hukum asal dari kalimat fi'il itu sendiri. Fi'il madhi memiliki 3 hukum, yaitu:
- Mabni Fathah
Jika tidak bertemu dengan wawu jama' dan dhomir rofa' mutaharrik, contoh نَصَرَ. - Mabni Dhommah
Jika bertemu dengan wawu jama', contoh نَصَرُوْا. - Mabni Sukun
Jika bertemu dengan dhomir rofa' mutaharrik, contoh نَصَرْتَ.
Ketiga macam mabni tersebut sebagaimana telah disebutkan dalam Nadhom Maqsud:
Keterangan:
- Dalam kitab al-Amtsilah At-Tashrifiyyah kalimat fi'il itu didahulukan dari kalimat isim karena kalimat fi'il itu lebih banyak berubah dari kalimat isim.
- Alasan fi'il madhi dimabnkan fathah (diharakati fathah) tidak dengan harakat yang lain adalah karena fathah itu bagian dari alif, sedangkan alif saudara ya/sukun (sama-sama mati). Lihat: kitab Syarah Ibnu 'Aqil ala al-Fiyah, hal 8.
- Alasan fi'il madhi dimabnikan dhammah ketika bertemu dengan wawu jama' adalah karena dhammah itu sejenis dengan wawu. Lihat: kitab Marah al-Arwah, hal 17.
- Alasan fi'il madhi dimabnikan sukun ketika bertemu dengan dhomir rofa' mutaharrik adalah karena untuk menghindari berkumpulnya 4 huruf berharakat yang dianggap satu kalimat, dan jika hal ini terjadi maka berat. Lihat: kitab al-Qawaid al-Shorfiyah li Ahmad Fauzan, hal 10.


