PEDIANUSANTARA.com - Tarim merupakan sebuah daerah di Hadhramaut, Yaman. Dari desa inilah muncul cahaya ilmu yang menerangi dunia. Karena desa ini sangat terpelihara dari hiruk pikuk kehidupan, maka wajar saja ketika Yaman sedang mengalami berbagai ujian perang, desa ini tetap damai seakan tidak terjadi apa-apa.
Penduduk Tarim dikenal memiliki akhlak yang lembut, ramah, dan selalu menampilkan senyum dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesehariannya mereka sangat gemar berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan salat berjamaah dan membaca Al-Qur'an. Bahkan, di desa ini terdapat sekitar 400 masjid. Ketika azan mulai berkumandang, masyarakat dengan penuh kesadaran segera bergegas menuju masjid yang paling dekat untuk menunaikan salat berjamaah.
Banyaknya masjid di Tarim menunjukkan banyaknya orang yang bersujud beribadah kepada Allah. Sebab, prinsip para sufi di Yaman adalah:
بِناءُ السَّاجِدِ قَبْلَ الْمَسْجِدِ
"Membentuk orang yang sujud sebelum membangun masjid."
Tarim merupakan tempat orang-orang saleh. Dikatakan bahwa di pemakaman Zambal terdapat lebih dari 10.000 waliyullah. Di sebelahnya terdapat makam beberapa sahabat Nabi yang ikut berperang dalam Perang Badar. Di sekitar jalan menuju Zambal terdapat pula makam Furait dan Akdar, tempat ribuan ulama dan waliyullah dimakamkan.
Menurut Sultonul Ulama Al-Habib Salim As-Syatiri:
"Orang Tarim selain rajin beribadah, juga sangat senang menghadiri majelis, khususnya majelis ilmu. Dahulu tercatat di desa ini ada ratusan kabilah yang tinggal, dan kabilah yang paling kecil disebut keluarga Bahasyim. Dari kabilah terkecil ini saja terdapat 40 mufti (pakar agama). Maka tidak heran jika Tarim juga disebut sebagai Kota Ilmu."
Di Desa Tarim tidak ada sekolah bertaraf internasional dengan fasilitas lengkap. Tidak ada pula gedung-gedung pencakar langit, hotel mewah, maupun pusat perbelanjaan. Yang ada hanyalah "istana-istana tanah liat", yaitu bangunan-bangunan sederhana yang terbuat dari tanah liat. Di dalamnya tinggal para pencari ilmu dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika, Inggris, Rusia, Afrika, China, dan negara-negara lainnya.
Dari desa inilah lahir ulama-ulama bertaraf dunia, seperti Al-Habib Abdurrahman Balfaqih yang bergelar 'Allāmatu ad-Dunyā, Imam Abdullah Al-Haddad penyusun Ratib Al-Haddad, Al-Habib Ali Al-Habsyi penyusun Simthud Durar, pengarang kitab Bughyah Al-Mustarsyidin, serta masih banyak lagi ulama besar yang pernah belajar di desa kecil ini.
Sultonul Ulama Al-Habib Salim As-Syatiri juga menjelaskan bahwa Tarim memiliki kedudukan yang sangat istimewa, bahkan disebut sebagai wilayah yang menempati posisi ketiga setelah Kota Makkah dan Madinah.
Sebenarnya, jika kita sedikit mengkaji, apa sebenarnya manhaj yang diajarkan para ulama Tarim sehingga mampu terus melahirkan ulama rabbani hingga hari ini? Ternyata ada lima pilar yang menjadi sistem pendidikan ulama Tarim, yaitu:
- Tarbiyah (pendidikan moral).
- Ilmu Syar'i (pendidikan ilmu syariat).
- Tazkiyah (pembersihan hati).
- Mahabbah (cinta kasih).
- Dakwah ilallah (mengajak ke jalan Allah).
Kelima pilar inilah yang kemudian dibawa oleh para alumni Tarim dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.
Selain itu, menurut Syeikh Muhammad Ba'atiyyah:
"Seseorang yang pernah belajar kepada ulama Tarim harus tetap tawaduk, menjaga adab kepada ulama lainnya, serta tidak pernah memandang dirinya lebih istimewa di hadapan orang lain."
Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz berkata:
"Ilmu yang didapatkan dari Tarim, walaupun sedikit, lebih utama daripada ilmu dari kota lainnya. Walaupun hanya sedikit, manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang."
Syeikh Muhammad Ba'atiyyah juga berpesan:
"Saat engkau memasuki Kota Tarim, jagalah adab kepada setiap penduduknya, bahkan kepada benda mati sekalipun."
Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan desa ini, sebab sangat banyak ulama keturunan Tarim yang berdakwah di Indonesia sejak masa pra-penjajahan hingga hari ini. Hal itu terbukti dengan banyaknya para habaib di Indonesia, yang sekitar 90% merupakan keturunan orang Tarim.
Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syatiri berkata tentang keistimewaan Kota Tarim dalam Diwan As-Syatiri:
بَشَّار كَمْ فِيْش مِنْ عَارِف # تَرِيْم بِهِ ذُوْب مَحْمِيَّة
مِثْلَ الْمُقَدَّم وَأَوْلَادُه # لَهُمْ فُتُوْحَات عِنْدِيَة
يَا بَخِتْ مَنْ زَارَهُمْ يَبْشُر # حَاجَاتُهُ الْكُلِّ مَقْضِيَّة
بَشَّار كَمْ فِيْش مِنْ عَارِف # تَرِيْم بِهِ ذُوْب مَحْمِيَّة
مِثْلَ الْمُقَدَّم وَأَوْلَادُه # لَهُمْ فُتُوْحَات عِنْدِيَة
يَا بَخِتْ مَنْ زَارَهُمْ يَبْشُر # حَاجَاتُهُ الْكُلِّ مَقْضِيَّة
"Bassyar, yaitu kawasan makam Zambal, Furait, dan Akdar, merupakan tempat yang dihuni oleh begitu banyak para arif billah (hamba-hamba Allah yang mencapai makrifat). Tarim senantiasa berada dalam penjagaan Allah melalui keberadaan mereka, seperti Al-Faqih Al-Muqaddam beserta keturunannya yang dianugerahi berbagai futuhat ilahiyah. Sungguh beruntung orang yang berziarah kepada mereka, karena dengan izin Allah berbagai hajatnya akan dimudahkan dan dikabulkan."
Penulis: Ust. Moh. Nashurul Haq, L.C
Editor: M. Yasin
Editor: M. Yasin
Gabung di WhatsApp Channel PediaNusantara.com untuk update info terbaru setiap hari!
