PEDIANUSANTARA.com - Memahami gramatika bahasa Arab menjadi jauh lebih mudah jika kita kaitkan dengan konsep tata bahasa Indonesia yang telah kita gunakan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia ada kalimat aktif dan pasif, bahasa Arab juga memiliki konsep yang sangat serupa, yaitu mabni fa'il dan mabni maf'ul (dalam sebagian literatur juga populer dengan istilah mabni ma'lum dan mabni majhul).
Perbedaan utama antara kalimat aktif dan pasif terletak pada unsur mana yang ingin ditonjolkan atau dipromosikan ke depan:
- Kalimat Aktif (Menonjolkan Subjek)
Contonya:
"Petani mencangkul sawah"
Pada contoh ini, subjek (Petani) diletakkan di depan predikat. - Kalimat Pasif (Menonjolkan Objek)
Contohnya:
"Sawah dicangkul petani"
Pada contoh ini, objek (Sawah) diletakkan ke depan untuk mendapatkan sorotan utama.
Dalam bahasa Arab, ada istilah yang hampir mirip dengan kedua kalimat ini, yaitu:
- Mabni Fa'il
Yaitu kalimat yang menonjolkan fa'il (subjek/pelaku).
Contohnya: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid memukul Umar). - Mabni Maf'ul
Yaitu kalimat yang menonjolkan maf'ul (objek/sasaran).
Contohnya: ضُرِبَ عَمْرٌو (Umar dipukul).
Mabni fa'il berlaku untuk fi'il lazim (intransitif) dan fi'il muta'ady (transitif). Adapun mabni maf'ul, hampir pasti dari fi'il muta'ady (transitif) dan pasti tidak menyebutkan fa'ilnya, lantaran mabni maf'ul memang diperuntukkan untuk meringkas dengan menyembunyikan fa'il.
Tujuan Dibalik Pembentukan Mabni Maf'ul
Pembentukan pola mabni maf'ul dengan menyembunyikan fa'il bukan tanpa alasan. Dalam keilmuan Balaghah (keindahan dan kedalaman seni berbahasa Arab), terdapat beberapa alasan mengapa seorang memilih pola pasif ini, yaitu:- Fa'il Telah Diketahui Secara Luas
Yaitu pelaku sudah sangat jelas bagi pendengar sehingga tidak perlu lagi disebutkan. - Fa'il Belum Diketahui Sama Sekali
Yaitu penutur memang benar-benar tidak mengetahui siapa yang melakukan tindakan tersebut. - Mengagungkan Fa'il
Yaitu penutur menganggap subjek sangat mulia sehingga merasa kurang beradab atau tidak sopan jika menyebut nama pelakunya secara langsung. - Menganggap Fa'il Teramat Hina
Yaitu penutur menganggap pelaku sangat hina/rendah, bahkan merasa khawatir dirinya akan ikut terhina hanya karena menyebutkan nama pelaku tersebut. - Tujuan Keamanan (Khauf)
Yaitu menyembunyikan identitas pelaku demi melindungi pelaku dari ancaman bahaya atau tuduhan.
Gabung di WhatsApp Channel PediaNusantara.com untuk update info terbaru setiap hari!
